oleh

Ibu Kota baru dan Kematian

Jakarta, Hingar bingar ibu kota baru setelah sidang paripurna mengesahkan rancangan undang-undang nya menjadi undang-undang dan sampai media tiongkok membuat tulisan, tentang Nusantala, yang berarti kematian (dukutip dari tulisan Dahlan Iskan). Jika dikaitkan realisasi APBN pendapatan negara tahun 2021, sebesar Rp.2.002,1triliun dan pemullihan ekonomi nasional tahun 2022, sebesar Rp 414 triliun dan pertumbuhan ekonomi global dunia yang diprediksi hanya sekitar kurang lebih 4%, serta memanasnya situasi Laut China Selatan, prediksi Nusantala atau kematian bisa terjadi ujar Elvan Gomes, Wakil Rektor Universitas Cokroaminoto (YAPERTI).

Dan parameter kematian ini sudah terlihat dengan penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani dimana biaya ibu kota baru akan dimasukan dalam biaya pemulihan ekonomi nasional.

Dan selain itu Pemerintah, sudah merancang pembiayaan ibu kota baru, dengan pola 19% diambil dari APBN, 55,2% kerjasama Pemerintah dan badan usaha, serta 26,4 % dengan Badan usaha milik negara dan Badan usaha milik daerah.

Jika dikaitkan krisis energi global yang berimbas pada masalah ekonomi negara di dunia termasuk negara-negara adikuasa dan oligarki dunia, dan ini juga akan berimbas pada pembiayaan ibu kota baru, belum lagi perang dingin China dan Amerika, serta sengketa Laut China Selatan yang menyeret situasi politik, ekonomi dalam negeri, dan karenanya kemungkinan Nusantala atau kematian bisa terjadi, ujar Gomes,yang juga dikenal sebagai advokat senior.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed