oleh

INDONESIA SAAT-SAAT TERAKHIR JOKOWI: (6) The Criminal of War: Rusia Menang.

Sri-Bintang Pamungkas

Kala George W. Bush memberikan keterangan kepada Pers, dia sempat keselak dan keseleo lidahnya (slip of the tongue): “…. the brutal invasion to Iraq… sorry, I mean to Ucraine…” Dan orang pun tertawa terbahak-tabak… Itulah dia the criminal of war of Afghanistan and Iraq yang sesungguhnya sesuai dengan pengakuan Bush sendiri! Si Bush inilah yang memerintahkan Penyerbuan Brutal terhadap Afganistan (2001) dan lalu Irak (2003). Dia kira Osama bin Laden berada di Negara Taliban atau Irak, sambil berdalih Sadam Husein menyiapkan Senjata Pemusnah Masal. Tapi ternyata rekayasa belaka.

John F. Kennedy yang dilanjutkan oleh Lyndon B. Johnson adalah yang terlebih dulu memulai menggunakan Agent Orange sebagai senjata Pemusnah Masal di Vietnam. Belum sadar karena sombong dan angkuhnya, AS masih melanjutkan dengan Barack Obama yang menyerbu Libya dan membunuh Kadhafi. lalu ke Syria mencoba membunuh Bashar Assad tapi gagal. Obama terkecoh oleh Al Qaeda, dan terhalang oleh bantuan Rusia kepada Assad. Sekali lagi AS lari meninggalkan gelanggang. Tapi sudah sempat Mengalirkan Darah ribuan Muslim, dan melakulan kerusakan di Muka Bumi.

Rusia dengan bantuan Julian Assange dari Wiki Leaks dan Eduard Snowden, Agen Keamanan Nasional AS yang membelot ke Rusia, memegang rahasia AS dan NATO sebagai Criminal of War, termasuk Rekayasa pada 9/11. AS dan NATO adalah pembunuh orang-orang sipil, khususnya Muslim, hampir di semua tempat di Muka Bumi. Sebuah film juga menunjukkan NATO menggunakan Radiasi Uranium sebagai senjata dalam perang melawan Serbia pada 1992-95.

Penghancuran Ukraina oleh Rusia ibarat pembalasan dendam terhadap penghancuran NATO terhadap Syria dan Irak di Timur Tengah. Dengan dalih memerangi ISIS, mereka mencuri minyak Irak dan Syria. Sangsi-sangsi kepada Rusia dalam Perang Ukraina dibalas dengan memutus aliran Minyak dan Gas Rusia ke Uni Eropa. Uni Eropa kalangkabut. Harga minyak mentah naik menjadi kebih dari 110 DPB.

Belum lagi blokade Rusia terhadap pelabuhan Odessa membuat ribuan ton gandum Ukraina teronggok nyaris busuk. Inflasi dan ancaman kelaparan membuat PBB memohon kepada Rusia membuka blokade. Konon AS juga akan membantu Ukraina menghancurkan blokade Rusia di Laut Hitam.

Swedia dan Finlandia yang berbatasan dengan Rusia menjadi takut dan minta perlindungan dengan menjadi Anggota NATO. Sementara keanggotaan mereka di NATO ditentang Turki, karena kedua negara itu membantu Pemberontak Kurdi, mulai kemarin aliran Gas dan Minyak ke Swedia dan Finlandia sudah diputus Rusia.

Uni Eropa terbakar dan terkecoh oleh ulah Zelenskyy si Pelawak dari Ukraina. “… Ukraina akan memenangkan perang melawan Rusia… Kirim saja kepada kami Senjata… Senjata… dan Senjata!” Tapi iring-iringan kendaraan Senjata Berat yang masuk lewat Polandia satu-satu dihancurkan oleh pesawat-pesawat Rusia… sampai tak tersisa!

Akhirnya AS hanya mampu mengirimkan Uang USD 40 milyar… Padahal Ukraina telah telanjur hancur… Dibutuhkan USD 100 milyar sendiri untuk membangun kembali kota-kota yang hancur. Untuk membayar pegawai pemerintah (Public Services)l saja dibutuhkan USD 2 milyar sebulan. Ukraina termasuk Negara terkorup di Eropa.

Janji Zelenskyy untuk melindungi dan memberikan rasa aman kepada rakyatnya tidak beda dari Pelawak Indonesia dalam Rezim Jokowi. Janji Zelenskyy mengirim balabantuan kepada 200 penduduk sipil dan ribuan tentara yang terjebak di Marupol, ternyata bantuan tak kunjung datang. Setelah 80 hari menunggu isapan jempol, akhirnya seluruh Brigade Azof di Mariupol menyerah kalah menjadi POW (prisoners of war).

Rahasia besar di Mariupol berhasil dibongkar oleh Rusia. Kawasan Industri Pabrik Baja Azov (Azovstal) di Mariupol ternyata mempunyai bunker di bawah tanah yang digunakan sebagai salahsatu Laboratorium Pengolah Senjata Biologi, semacam Senjata Kimia Pemusnah Masal. Bahkan ada kemungkinan Virus Corona-19 juga diproduksi di situ, dan di tempat-tempat lain di Ukraina. Sebagian Laboratorium Biologi di Ukraina sudah dihancurkan Rusia pada bulan pertama penyerbuannya.

Zelenskyy si Pelawak meminta bantuan PBB dan Sekretaris PBB Antonio Gutteres untuk menyelamatkan penduduk Sipil yang terjebak di Pabrik Baja Azof. Kesepakatan tercapai dengan pihak Tentara Rusia. Dievakuasilah 200 lebih orang. Tetapi sebelum itu, pihak Rusia atas prakarsa sendiri, sudah mencoba meloloskan sebagian dari mereka oleh sebab kecurigaan akan adanya penyusup. Ternyata betul, ada mantan Jenderal Kanada yang menyamar sebagai orang Sipil ikut keluar. Jenderal Kanada ini adalah sebagian dari mereka yang Ahli Senjata Biologi. Dia pun ditangkap dan langsung dibawa ke Moskwa.

Atas dasar itu, Otoritas Rusia menyepakati evakuasi Penduduk Sipil dengan pengawasan PBB dan Palang Merah Internasional. Mereka sebenarnya adalah Perisai Hidup, untuk mencegah Tentara Rusia menyerbu Kawasan Azovstal6 sampai datangnya bantuan dari Kiev. Ternyata Janji Kiev Janji Gombal dan Gutteres keburu datang. Maka begitu Penduduk Sipil berhasil dievakuasi, segera saja Pabrik Baja Azof diserbu. Maka 2415 orang Tentara Brigade Azov yang disebut juga sebagai Brigade Nazi menyerah kalah. Sebagian dari mereka sakit, terluka dan kelaparan. Kabarnya masih ada lagi 50an tentara Ukraina yang masih tercecer di bunker.

Masih belum diketahui, apskah 3 orang mantan Jenderal AS yang memimpin pertahanan Azof dan menjadi Ahli Senjata Biologi termasuk yang ditangkap; juga seorang Kolonel Inggris. Kabarnya, Hunter Biden, anak Presiden Joe Biden, ada di antara mereka yang ada di Azovstal. Zelenskyy masih merengek minta agar para tentara Ukraina itu dikembalikan ke Ukraina sebagai ganti tentara Rusia yang tertangkap.

Adalah salahsatu Sersan Rusia yang tertangkap Februari lalu, Vadim Shishimarine. Dia diadili dengan tuduhan sebagai War Criminal karena menembak mati seorang penduduk sipil tak bersenjata, Oleksander Shelipova (62). Vadim yang bisa dituntut hukuman mati meminta maaf kepada isteri Oleksander, Kateryna, atas perbuatannya itu. Di dalam sidang pengadilan yang dihadiri oleh Kateryna, Vadim (21) mengaku diperintah komandannya. Awalnya dia menolak menembak, tapi komandan yang lain ikut memerintahnya, karena khawatir Oleksander memberitahu dengan HP-nya lokasi tentara Rusia itu.

Kateryna bertanya: “Untuk apa kau datang…?!” Vadim menjawab:
Saya mengaku bersalah. Dan saya meminta maaf. Saya menerima perintah. Lebih daripada itu saya tidak tahu!”

Eropa sungguh menjadi kacau dan panik. Gerhard Schroeder, mantan Kanselir Jerman yang satu partai SPD dengan Kanselir sekarang, Olaf Scholz, adalah sahabat Vladimir Putin yang dipercaya ikut memimpin perusahaan Rusia, Nord Stream, yang mengalirkan gas ke Jerman dan Eropa. Konon Gerhard digaji sejuta Dollar setahun. Sekarang, setelah gas Rusia disetop, Olaf ganti mendekati Qatar meminta gas Qatar menggantikan gas Rusia. Emir Qatar, Tamim Al Thani, setuju. tapi baru bisa tahun 2026.

Belum usaikah Perang Ukraina pada 2026?! Banyak pemimpin Uni Eropa, juga Inggris dan AS, yang meragukan kata-kata Putin. Padahal Putin bilang:

“Tidak bermaksud menguasai Ukraina dan menjatuhkan Rezim Zelenskyy. Melainkan mau mengamankan perbatasannya dari ancaman NATO. Karena itu, Ukraina harus melepaskan keinginannya untuk menjadi anggota NATO.”

Semua sudah jelas: Setelah Wilayah Perbatasan Timur dan Selatan Jatuh ke tangan Rusia, Perdamaian bisa dicapai dalam perundingan. Swedia dan Finlandia tidak perlu panik setelah sekian puluh tahun dalam keadaan netral. Juga EU dan UK. Seperti disebutkan oleh anggota Parlemen Jerman, kami akan mencegah Jerman terlibat dalam Perang. “Pengiriman senjata untuk membantu Ukraina justru akan memperpanjang Perang!”, tambah Putin pula.

Jadi siapa sebenarnya the Criminal of War?!” Tidak lain adalah si Pelawak Zelenskyy yang mengobarkan semangat perang di seluruh Eropa dan Amerika sampai ke Festival Film di Cannes, Perancis. Dan Joe Biden yang terus menjajakan senjatanya. kali ini ke Asia, Dia terpancing, dan tanpa disadarinya, bahwa AS sudah tidak laku di Asia.

Maka bersiap-siap pulalah Jokowi, Mundurlah sebelum Krisis Moneter ke Dua menggulungmu dalam Perangmu Melawan Rakyat. Sesudah itu, kami akan mengusir para Cina kembali ke Daratan.

Jakarta, 22 Mei 2022

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed